lagu

Jumat, 07 April 2017

BOLA BEKEL

BOLA BEKEL 


Permainan bola bekel adalah permainan tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Di Jawa Barat permainan bola bekel dikenal dengan nama beklen yang berarti bekal. Beklen atau bekel berasal dari bahasa Belanda yaitu bikkelen. (online: wikipedia.com).
bermain bola bekel
Permainan bola bekel biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Namun tidak sedikit pula anak laki-laki yang memainkan permainan bola bekel. Permainan bola bekel biasanya dimainkan oleh dua orang atau lebih. Permainan bola bekel biasanya dimainkan secara perorangan. Permainan bola bekel adalah tipe permainan kompetisi. Permainan bola bekel dilakukan secara bergilir antar pemain. Untuk menentukan urutan pemain biasanya dilakukan melalui hompilah, jika hanya dua orang anak yang memainkannya maka dilakukan suit. Anak yang belum mendapat giliran main harus menunggu temannya yang sedang main.

alat permainan bola bekel
Permainan bola bekel adalah permainan dengan menggunakan bola karet serta beberapa biji bekel. Di Jawa Barat biji bekel lebih populer dengan sebutan kuwuk. Jumlah biji bekel biasanya 10-12 biji.
Cara memainkan bola bekel sangat mudah. Permainan bola bekel dimulai dengan melambungkan bola karet kemudian diikuti dengan menaburkan biji bekel. Sewaktu bola melambung ke atas, anak mengambil biji bekel yang terserak. Seorang pemain akan meraup jumlah biji sesuai dengan tingkatannya (yang disebut dengan mi). Permainan bola bekel dilakukan secara bertingkat. Dimulai dengan pengambilan biji bekel satu-satu yang disebut mihiji, apabila dapat menyelesaikan mihiji kemudian midua (mengambil biji bekel dua-dua dan seterusnya sampai pengambilan semua biji bekel sekaligus).
Dibutuhkan teknik dan strategi yang jitu dalam memainkan permainan ini. Jika biji bekel tidak terambil, bola tidak tertangkap, atau gudir (menyentuh biji bekel yang belum waktunya diambil),  maka dinyatakan lasut dan permainan dilanjutkan oleh pemain berikutnya.
Di daerah Jawa Barat terdapat tiga tahapan posisi dalam permainan bola bekel. Tahap pertama posisi biji bekel bebas, tahap kedua biji bekel harus diubah menjadi terlentang seluruhnya ke atas dan tahap ketiga semua biji bekel harus terlungkup. Peraturan yang berlaku pada tahap kedua dan ketiga sama seperti aturan tahap sebelumnya mulai dari pengambilan satu biji sampai dengan seluruh biji. Tahapan yang paling akhir dinamakan nasgopel. Pada tahap ini anak diharuskan untuk menghadapkan seluruh posisi biji bekel ke atas. Kemudian menghadapkan seluruh biji bekel ke bawah. Setelah itu, anak harus meraup seluruh biji bekel dengan satu genggaman. Peraupan bisa dilakukan oleh dua tangan. Jika anak tidak dapat meraup seluruh biji bekel, maka anak dinyatakan kalah. Seandainya anak kalah, anak harus mengulang pada tahapa awal nagospel. Apabila anak mampu melewati tahapan nagospel, maka anak dinyatakan menang dan dapat beristirahat sambil menunggu teman-temannya menyelesaikan permainan. Biasanya di tahap akhir, terdapat tahap peneguhan (penebakan). Caranya, anak menyembunyikan biji bekel pada tangan kiri dan tangan kanannya. Teman-teman yang tidak bermain harus menebak jumlah biji bekel pada kedua tangan. Jika ada seorang anak yang mampu menebak, maka anak yang telah masuk pada tahap penebakan harus mengulangi tahapan penebakan sekali lagi. Seandainya tidak tertebak maka anak yang main meneruskan permainnya dengan kelipatan biji bekel yang disembunyikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar